Ferdinand Sentil Ketua BEM UI: Belum Pernah Ditodong Senapan Hilang Tak Berjejak
Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi sindiran Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra terhadap buzzer di media sosial.
Ketua BEM UI itu mengatakan para buzzer seolah pengecut lantaran hanya berani di media sosial dan takut turun ke jalan untuk berunjuk rasa.
“Buzzer: Berani di sosmed, enggak berani turun ke jalan,” tulis Leon Alvinda Putra di media sosial Twitter miliknya @Leon_Alvinda.
Leon membandingkan antara buzzer dengan mahasiswa Universitas Indonesia yang menurutnya berani turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat.
“Mahasiswa UI turun ke jalan: hampir 30 orang diseret, dipukuli, dan dibawa ke Polda Metro Jaya pada tanggal 1 mei,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ketua BEM UI ini juga mengungkapkan kejadian pada 3 Mei lalu dimana satu mahasiswa Universitas Indonesia ditangkap dan dijadikan tersangka ketika yang bersangkutan hendak pulang setelah melakukan aksi unjuk rasa.
“Selanjutnya tanggal 3 mei, 1 orang mahasiswa ditangkap dan dijadikan tersangka ketika sedang jalan pulang aksi,” cuitnya.
Ferdinand Hutahaean lewat akun twitter pribadinya @FerdinandHaean3, Senin 28 Juni 2021, menilai Ketua BEM UI itu hanya omong besar dan sudah merasa hebat.
“Besar kali mulut kau..!! Sudah merasa hebat kau melakukan itu ditengah demokrasi yang terbuka ini?,” cuit Ferdinand Hutahaean.
Leon Alvinda beruntung lantaran lahir di zaman ini dan tak pernah mendapat pengalaman pahit saat para demonstran mahasiswa di era reformasi dulunya ditodong senapan.
“Beruntung kau lahir belakangan, belum mengalami ditodong dan dipopor senapan. Bahkan hilang tak berjejak,” tutur Ferdinand.
Ferdinand Hutahaean pun meminta kepada Ketua BEM UI itu agar tidak bersikap sombong melainkan rendah hati supaya dia bisa dihargai orang lain.
“Jangan sombong kau dek..!! Rendah hati biar kau dihargai,” tegasnya.
